Pekat otakku jika berpikir sering menghabiskan waktu bahkan
malam dan tengah dini hari hanya dengankata-kata dan berdiam dalam untaian
kalimat-kalimat yang tak pernah kau mengerti. “Kenapa kau nyaman dalam buaian
huruf-huruf itu?” Bah…..lalu apa yang harus aku lakukan ? menghitung menikmati
setiap detik waktu 24 jam dengan mimpi yang tak pernah kau setujui?. Apakah ini
yang disebut kehidupan ? dan berapa lama aku harus sanggup bertahan?
Membebaskan pikiranku hanya lewat catatan-catatan kecilku ini. Apakah kau
pernah mempertanyakan apa yang kulakukan menunggu hingga tengah malam atau
sekedar mengucapkan, “Selamat senja cinta…..”, karena kita sangat jarang
menikmati senja bersama-sama. Atau bahkan kau tak pernah tau jika aku mencintai
senja. Sedangkan dia lebih memahami bahasa yang aku ungkapkan.
Mungkin kita tak pernah bisa memahami dunia kita masing-masing. Duniaku yang
penuh khayalan dan duniamu yang penuh kelogikaan. Dan aku berusaha untuk
mengkubur semua khayalanku untuk masuk kedalam duniamu yang tak pernah
kupahami. Sakit….tapi berusaha untuk mampu untuk memahami. Tapi sulit dan
sampai detik ini pun tetap tak mampu kupahami. Kau kekasihku……tapi orang lain
bagiku? Semga saja tidak saat kau mau belajar sedkit saja untuk
membahagiakanku. Ataukah kau mempunyai cara sendiri untuk mencintaiku? Atau
karena kau tak pernah merasakan kehilangan? Bahkan aku sering mempertanyakan
apakah yang akan kau lakukan jika kehilanganku? Tetap dalam kediamanmu? sudah
berapa lama aku perbincangakan pertanyaan dan pernyataaku ini padamu. Dan kau?
hanya diam! Entahlah……..karena rasa ini hanya ada antara aku dan kamu. Aku
lelah………
Kau tak butuh diriku aku patung bagimu
Cinta bukan kebutuhanmu
Kau tau…..aku ingin
menjadikanmu inspirasi. Menjadi nama pengisi puisi-puisiku, menjadi dasar dan
jiwa catatan-catatanku. Melukisnya ditiap dinding-dinding duniaku. Tapi tak
bisa. Aku tak bisa menemukan rasa itu disana. Ketika kau selalu palingkan muka
dari kesibukanku mengmpulkan kata-kata yang terhempas dari kesepianku. Tak suka
atau tak memahmi? Karena kau tak pernah mengatakan jujur. “Apakah kau nyaman
dalam tumpukan kata-katamu, dian”, tanyamu sambil menghela nafas berat. Aku
terdiam dan sedikit mengangguk dan entah apa kau bisa membaca anggukanku itu.
Apakah ini caram mengngkapkan cinta dan aku tak bisa memenerimanya?
Entahlah……karena rasa ini hanya ada antara aku dan kamu. Dan kau…teruskanlah
dengan duniamu!